Terjemahan dari Teks "Sài Wēng Shī Mǎ" (Mandarin)
Selamat
Datang!
Beberapa bulan kemudian, kuda Sai Weng yang hilang itu pulang kembali, dan juga membawa seekor kuda yang baik pula. Orang-orang kampung berdatangan lagi untuk memberikan selamat, tetapi orang tua ini malah berkata : “Masalah ini mungkin membawa bencana!”.
Memiliki seekor kuda yang baik, anak Sai Weng sering naik kuda ini, dan pergi bermain kemana-mana. Suatu kali, anak Sai Weng tidak hati-hati, dan jatuh dari atas kuda, sehingga tungkainya patah. Kali ini, orang-orang kampong datang untuk menghibur Sai Weng lagi, Sai Weng malah mengatakan kata yang membuat orang kaget : “Masalah buruk ini mungkin bisa menjadi hal yang baik”.
Setelah beberapa bulan kemudian, negara tetangga melakukan invasi, semua pemuda ditangkap untuk berperang, akhirnya sebagian pemuda gugur dalam perang. Anak Sai Weng karena cacat tidak bisa ikut perang, sehingga nyawanya selamat.
Orang-orang menjadikan “Sai Weng Kehilangan Kuda” atau “Kehilangan bukanlah hal buruk” untuk analogi terjadinya kemalangan kadang-kadang bisa menjadi hal baik.
Selamat datang di blog baru saya, semoga bisa bermanfaat. Amin.
Blog saya kali ini, akan
membahas tentang pelajaran Bahasa Mandarin mengenai "Cerita tentang “Sài Wēng
Shī Mǎ” dari RRC" . Materi yang akan saya ulas, yaitu menerjemahkan
cerita yang berbahasa Mandarin menjadi cerita berbahasa Indonesia. Disini, saya
juga menyajikan dalam bentuk gambar agar para pembaca dapat lebih mudah untuk
memahami cerita ini. Selamat Membaca!
Sài Wēng
Shī Mǎ
塞翁失马
Sai Weng
Kehilangan Kuda
Ada seorang
tua tinggal di sebuah kampung yang terletak di bawah kaki tembok China,
orang-orang kampung selalu memanggilnya Sai Weng.
Suatu hari,
seekor kuda Sai Weng tiba-tiba hilang. Orang-orang kampung khawatir, kalau
orang tua ini akan sedih, sehingga mereka datang untuk menghibur dia. Tetapi,
orang tua ini malah berkata : “Tidak apa-apa kuda hilang, kehilangan bukanlah
hal yang buruk, kemungkinan hal ini adalah hal yang baik”.
Beberapa bulan kemudian, kuda Sai Weng yang hilang itu pulang kembali, dan juga membawa seekor kuda yang baik pula. Orang-orang kampung berdatangan lagi untuk memberikan selamat, tetapi orang tua ini malah berkata : “Masalah ini mungkin membawa bencana!”.
Memiliki seekor kuda yang baik, anak Sai Weng sering naik kuda ini, dan pergi bermain kemana-mana. Suatu kali, anak Sai Weng tidak hati-hati, dan jatuh dari atas kuda, sehingga tungkainya patah. Kali ini, orang-orang kampong datang untuk menghibur Sai Weng lagi, Sai Weng malah mengatakan kata yang membuat orang kaget : “Masalah buruk ini mungkin bisa menjadi hal yang baik”.
Setelah beberapa bulan kemudian, negara tetangga melakukan invasi, semua pemuda ditangkap untuk berperang, akhirnya sebagian pemuda gugur dalam perang. Anak Sai Weng karena cacat tidak bisa ikut perang, sehingga nyawanya selamat.
Orang-orang menjadikan “Sai Weng Kehilangan Kuda” atau “Kehilangan bukanlah hal buruk” untuk analogi terjadinya kemalangan kadang-kadang bisa menjadi hal baik.
Demikian pembahasan saya mengenai
"Cerita tentang “Sài Wēng
Shī Mǎ” dari RRC". Semoga post saya kali ini
dapat bermanfaat untuk para pembaca sekalian. Terima kasih saya ucapkan bagi
yang telah mengunjungi blog saya! Jangan lupa follow blog ini yaa kalau
bermanfaat :v
Komentar
Posting Komentar